HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Akses Publik UMKM Terhadap Fasilitas Kredit Di BRI

Contoh Tesis MAP ~ Akses Publik UMKM Terhadap Fasilitas Kredit Di Bank Rakyat Indonesia

Salah Satu Transaksi Di Bank BRI

Salah Satu Transaksi Di Bank BRI

Latar Belakang Tesis :  

Reformasi ekonomi, politik, sosial-budaya, dan moral, membuka jalan pada reformasi total mengatasi berbagai kesenjangan sosial-ekonomi yang makin merisaukan antara mereka yang kaya dan mereka yang miskin, antara daerah-daerah yang maju seperti Jawa dan daerah-daerah luar Jawa yang tertinggal.

Di masa reformasi, kebijakan Pemerintah Indonesia dibidang Otonomi Daerah, telah berpengaruh secara nyata terhadap sistem pemerintahan dan keuangan. Dari sentralisasi kepada desentralisasi. Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 1999 jo UU Nomor 32 tahun 2004, dimana pemberian kewenangan otonomi daerah tersebut adalah dalam wujud otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab, termasuk dalam hal ini terutama adalah kewenangan dalam desentralisasi fiskal sebagaimana diatur dalam UU Nomor 25 tahun 1999 jo UU Nomor 32 tahun 2004.

Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah dapat dikemukakan sebagai berikut :

  1. Bagaimana akses publik dalam hal ini UMKM terhadap fasilitas kredit dari Perbankan Khususnya BRI Unit ?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini dapat dikemukakan untuk mengetahui bagaimana akses fasilitas kredit dari BRI Unit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Pelayanan Dari Pegawai Bank BRI

Pelayanan Dari Pegawai Bank BRI

Kesimpulan

Hasil penelitian ini mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pencairan kredit sector usaha kecil dan menengah perbankan secara umum lebih dititik beratkan pada aspek collateral dibandingkan dengan aspek  character, capacity, capital, dan condition. Namun ada kebijakan khusus diluar prosedur standar yang diberlakukan oleh pihak Bank Rakyat Indonesia dimana untuk mendapatkan Kredit dengan fasilitas K-3 sampai dengan Rp. 3.000.000,- maka tidak diperlukan jaminan. Sebagai gantinya, calon kreditur wajib menunjukkan barang atau perabotan di rumah yang dimiliki yang dinilai cukup likuid.

Strategi kebijakan yang diterapkan oleh Bank Rakyat Indonesia tersebut dilakukan dengan berpedoman pada asas selektivitas yang tinggi dengan tetap berpegang pada prudential banking principles. Dengan adanya strategi kebijakan tersebut, Bank Rakyat Indonesia terpelihara dengan nilai rata-rata NPL pada tahun 2003-2005 hanya sebesar 1,57 persen. Ini menunjukkan bahwa Bank Rakyat Indonesia telah mencapai target yang ditetapkan sebesar 5 persen.


Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Email
Print