HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Archive for the Tesis Komunikasi Category

Faktor-Faktor Pembelian Telepon Seluler Oleh Konsumen

Contoh Tesis Komunikasi ~ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pembelian Telepon Seluler Di Makassar (Suatu Uji Kemampuan Iklan Media Cetak)

Pelayanan Konsumen Telepon Seluler

Pelayanan Konsumen Telepon Seluler

Latar Belakang Tesis :

Dunia teknologi informasi memang selalu menarik untuk diamati, terutama yang berkaitan dengan telekomunikasi. Ini ditandai dengan perkembangan internet, kemudian disusul dengan teknologi telepon seluler yang begitu cepat dan canggih sehingga setiap orang tertarik untuk memiliki. Sekarang ini setiap orang tidak hanya memiliki suatu produk karena fungsinya saja, tetapi juga rasa bangga dan pengakuan yang didapatkan dari memiliki produk tersebut.

Teknologi dalam telepon seluler merupakan salah satu daya tarik untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli. Desain atau model unik serta teknologi yang digunakan seperti kamera, bunyi panggilan serta fasilitas yang dapat berinternet merupakan daya tarik untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan telepon seluler NOKIA yang memiliki keunggulan dalam hal desain/model dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya seperti MOTOROLA, ERICCSON (kemudian merger dengan SONY menjadi SONY ERICCSON), SAMSUNG  dan SIEMENS

Rumusan Masalah

1.   Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli telepon seluler dengan memilih merek tertentu ?
2.   Apakah iklan yang menggunakan media cetak (surat kabar dan majalah) efektif untuk mengubah perilaku konsumen dalam pembelian telepon seluler?

Tujuan penelitian

1.   Untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli telepon seluler dengan merek tertentu.

2.   Untuk menganalisis iklan yang menggunakan media cetak (majalah dan surat kabar)  untuk memgubah perilaku dalam pembelian telepon seluler.

Simpulan

Berdasarkan hasil uraian penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan sebagai hasil dari keseluruhan temuan dan pengujian hasil penelitian sebagai berikut :

1.  Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seperti iklan, toko, media cetak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku konsumen, ini berarti pesan yang disampaikan oleh iklan, informasi yang diberikan oleh tenaga penjual serta berita yang disampaikan oleh media cetak dapat diterima atau mempengaruhi perilaku untuk melakukan tindakan pembelian. Sedangkan penjualan langsung dan orang lain tidak berpengaruh secara signifikan. Faktor iklan, toko, dan media cetak adalah promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk telepon seluler sedangkan penjualan langsung dan orang lain tidak cocok digunakan untuk melakukan promosi produk telepon seluler kepada konsumen.

2.  Iklan yang efektif tidak hanya diukur dengan tingkat penjualan suatu produk tetapi  bagaimana pesan yang disampaikan dapat diterima dan dimengerti oleh konsumen. Pengukuran efektifitas iklan dapat dilakukan enam cara yakni memori, persuasi, komunikasi, tahap demi tahap, pengukuran dan respon langsung. Media cetak efektif dalam memberikan pesan yang diberikan oleh iklan karena mempunyai jangkauan yang luas serta mempunyai nilai ekonomis sehingga banyak pengecer atau toko membuat iklan di media cetak terutama media cetak lokal dibandingkan media cetak Nasional.

 

Pesan Komunikasi Politik Gus Dur Dalam Gerakan Demokrasi

Contoh Tesis Komunikasi  ~ Pesan Komunikasi Politik Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Dalam Gerakan Demokrasi Di Indonesia Dan Pengaruhnya Terhadap Kalangan Nahdliyin Di Samarinda

Alm. Gusdur Dan Amin Rais

Alm. Gusdur Dan Amin Rais

Latar Belakang Tesis :

Deklerasi Ciganjur merupakan starting point bagi elit politik untuk meneruskan gerakan demokrasi di Indonesia pasca kejatuhan orde baru, peristiwa ini juga merupakan jempatan bagi Abdurrahman Wahid menjadi presiden RI ke-empat.

Peristiwa yang cukup spectacular  dalam kehidupan politik Gus Dur juga nampak ketika ia membacakan dekrit presiden dengan maksud membubarkan parlemen DPR dan MPR, ia menganggap tindakan dewan sudah melampaui batas dan keluar dari koridor demokrasi,  namun tindakan ini jadi bumerang bagi Gus Dur yang berakibat harus turun dari jabatannya sebagai presiden.

 Rumusan Masalah

Bagaimana pesan komunikasi politik Gus Dur dalam Gerakan Demokrasi Di Indonesia pada kalangan Nadliyin di Samarinda ?

  1. Bagaimana perilaku Kalangan Nahdliyin dalam Menerima Pesan Gus Dur?
  2. Bagaiman pengaruh pesan komunikasi politik Gus Dur di kalangan nahdliyin Samarinda ?

 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini sesuai dengan permasalahan yang diangkat, yaitu untuk:

  1. Untuk menganalisis   bentuk pesan komunikasi politik Gus Dur dalam Gerakan Demokrasi Di Indonesia pada kalangan Nadliyin di Samarinda.
  2. Untuk menganalisis perilaku Kalangan Nahdliyin dalam menerima Pesan politik Gus Dur.
  3. Untuk menganalisis pengaruh pesan komunikasi politik Gus Dur di kalangan Nahdliyin Samarinda.

Kesimpulan

  1. Pesan komunikasi politik Gus Dur dalam Gerakan Demokrasi Di Indonesia pada kalangan Nahdliyin di Samarinda dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu: (a)  pesan kemanusiaan. (b) pesan keadilan dalam pluralitas masyarakat. (c) pesan kebudayaan dalam pluralitas masyarakat, dan (d) pesan progrevitas pemikiran ke-Islam-an..
  2. Perilaku Kalangan Nahdliyin dalam Menerima Pesan Gus Dur. Dalam konteks inilah, warna agama telah memberikan cirinya yang khas dalam perjalanan politik Gus Dur, Karena karakteristik sensitif yang dimiliki, agama dapat berfungsi sebagai mediator dalam menyampaikan pesan apa pun bagi kalangan Nahdliyin. Agama secara tidak langsung memiliki wacana yang memungkinkan sesuatu provokasi dapat mudah tersosialisasi. Lebih-lebih pada masyarakat beragama yang didominasi oleh dimensi-dimensi emosional, seperti umumnya kaum pesantren, apa pun yang menyentuh kesadaran religus atau keyakinannya dapat mengubah keyakinan itu menjadi perilaku yang agresif. Itulah sebabnya tema-tema agama yang dikemas dalam pesan-pesan komunikasi politik Gus Dur selalu diangkat.
  3. Hasil analisis pengaruh pesan komunikasi politik Gus Dur terhadap perilaku kalangan Nahdliyin Samarinda menghasilkan variabel pesan komunikasi yang bersifat kemanusiaan (X1) berpengaruh positif terhadap perilaku kalangan Nahdliyin Samarinda (Y) sebesar 0.5158 dengan nilai t hitung = 6.072 dan probabilitas 0.000. variabel pesan komunikasi yang bersifat keadilan dalam pluralitas masyarakat (X2) berpengaruh positif terhadap perilaku kalangan Nahdliyin Samarinda (Y) sebesar 0.4993 dengan nilai t hitung = 5.4990 dan probabilitas 0.000. variabel pesan komunikasi yang bersifat kebudayaan dalam pluralitas masyarakat (X3) berpengaruh positif terhadap perilaku kalangan Nahdliyin Samarinda (Y) sebesar 0.4157 dengan nilai t hitung = 5.1650 dan probabilitas 0.000. variabel pesan komunikasi yang bersifat progresivitas pemikiran ke-Islam-an (X4) berpengaruh positif terhadap perilaku kalangan Nahdliyin Samarinda (Y) sebesar 0.2993 dengan nilai t hitung = 3.7911 dan probabilitas 0.000. Dengan demikian variabel pesan politik Gus Dur yang bersifat kemanusiaan paling berpengaruh terhadap perilaku kalangan Nahdliyin Kota Samarinda.

Strategi Persaingan Dalam Pemasaran Surat Kabar Harian

Contoh Tesis Komunikasi  ~ Strategi Memenangkan Persaingan Dalam Pemasaran Surat Kabar Harian Di Makassar Kasus Fajar, Tribun Timur Dan Pedoman Rakyat

Koran Yang Terbit Jaman Penjajah Jepang

Koran Yang Terbit Di Zaman Penjajah Jepang

Latar Belakang Tesis :

Dalam persaingan media massa, selain media cetak sendiri, media elektronikpun (radio dan Televisi) dan media internet walaupun hanya satu persen bangsa Indonesia yang terkait ke internet, juga melakukan persaingan namun tidak separah dengan persaingan media cetak, karena kita mengenal lokalisasi media yang menjadi ancaman langsung bagi media nasional seperti surat kabar daerah, majalah daerah.

Karena itu,  saat ini bisnis surat kabar pada saat ini merupakan bisnis yang menggiurkan bagi pengusaha-pengusaha pers, selama masyarakat Indonesia masih terikat dalam media konvensional, namun hal ini perusahaan pers perlu  manajemen yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan dalam persaingan persuratkabaran dewasa ini.

Permasalahan

Strategi apa yang diterapkan oleh surat kabar harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam memenangkan persaingan dalam pemasaran.

Pertanyakan Penelitian :

  1. Apakah strategi pemasaran yang dilakukan oleh surat kabar harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dapat meningkatkan oplah penjualan ?
  2. Apakah bauran pemasaran yang digunakan oleh surat kabar harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat berbeda dalam  mempertahankan pangsa pasarnya?

 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah dapat dikemukakan sebagai berikut :

Untuk mengkaji strategi pemasaran yang digunakan oleh Harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam memenangkan strategi persaingannya.

Untuk mengkaji bauran pemasaran yang dilakukan oleh  Harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat dalam mempertahankan pangsa pasarnya.

 Kesimpulan

Berdasarkan  dari konsep strategi pemasaran yang dilakukan oleh ketiga surat kabar harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat sangat berdampak pada peningkatan penjualan oplah masing-masing seperti oplah harian Fajar mengalami fluktuatif dari tahun 2001 oplah mencapai 66.432, tahun 2002 mengalami penurunan kemudian tahun 2003 kembali mengalami peningkatan hingga tahun 2004. Sementara oplah Tribun Timur yang mengalami kenaikan yang signifikan awal terbit 9 Pebruari 2004 beroplah 20.751 hingga umur satu tahun mengalami peningkatan sangat tajam mencapai 45.106, dan oplah  Pedoman Rakyat mengalami penurunan mulai tahun 2002 oplahnya mencapai 40.371 sampai 2004 oplah menurun samapi 34.083.

Dalam melakukan strategi dari marketing mix ketiga surat kabar ini masing-masing mempunyai strategi sendiri-sendiri baik itu dalam produk, harga, distribusi dan promosi .

  1. Produk :

Dalam melakukan strategi Produk,  berita-berita yang disajikan masing masing mempunyai ciri tersendiri, Harian Fajar menyajikan berita untuk kalangan menengah keatas dengan pemberitaan secara umum, sementara Tribun Timur menyajikan berita-berita untuk kalangan menengah keatas dengan berita-berita hiburan, gaya hidup dan olah raga bola sedangkan Pedoman Rakyat juga menyajikan berita untuk kelangan pemerintah dan PNS, pada iklan ketiga surat kabar ini juga mengambil iklan yang sama,sehingga persaingan iklan mereka sangat ketat.

  1. Harga

Untuk Harga ketiganya sudah menerapkan harga yang bersaing, harga masing-masing sesuai dengan daya beli pembaca masing-masing.

  1. Distribusi

Untuk distribusi ketiga surat kabar ini pada dasarnya memakai distribusi tidak langsung tetapi pendek, karena ketiganya termasuk dalam industri komsumsi, karena berita-berita yang disajikan adalah berita straight news yaitu pembaca bisa segera tahu dan mengerti peristiwa yang terjadi setidaknya sebagai bahan dasar sebelum mengambil suatu analisa atau kesimpulan tertentu.

4. Promosi

Pada dasarnya promosi yang dipakai sama, namun ketiganya mempunyai ciri promosi berbeda dalam meningkatkan penjualan.

Fajar memakai promosi marketing personal, sementara Tribun Timur memakai Tribun  Famili card dan suplemen majalah, Sedangkan Pedoman memakai promosi lewat bioskop

Ketiga Surat kabar ini juga mempunyai pangsa pasar juga berbeda, yaitu Fajar memelih pangsa pasar kelas menengah keatas dan tidak mengabaikan kelas bawah dengan berita umum, Tribun Timur memilih pangsa pasar menengah ketas dengan berita hiburan, gaya hidup  dan olah raga dan Pedoman rakyat memilih pangsa pasar pemerintah dan PNS (Pegawai Negeri Sipil)

Ketiganya masing-masing mempunyai kekuatan, kepeluang dalam mencapai tujuan pasar dan ketiganya juga akan mampu mengatasi kelemahan dan ancaman  dalam melakukan strategi pemasarannya, sehingga ketiganya dapat eksis terbit.

Pernyataan  bahwa Kajian Strategi pemasaran dan bauran pemasaran yang digunakan  oleh surat kabar harian Fajar, Tribun Timur dan Pedoman Rakyat untuk memenangkan persaingannya dalam pemasaran dianggap mampu mempertahankan pangsa pasarnya dan berdampak pada peningkatan penjualan oplah di Makassar, ketiga surat kabar diatas ternyata ada diantaranya belum mampu memenuhi tujuan perusahaan sebagai perusahaan media dalam mencapai tujuan pemasarannya karena adanya trend penjualan selama satu tahun dari bulan Pebruari 2004 – Pebruari 2005 ketiga surat kabar ini terjadi perbedaan yaitu Harian Fajar  trend penjualan selama pebruari 2004 sampai Pebruari 2005 mengalami  fluktuatif, Tribun Timur Trend penualannya mengalami kenaikan secara signifikan selama Pebruari 2004 sampai Pebruari 2005  dan Pedoman Rakyat Trend penjualannya mengalami menurun cukup tajam selama Pebruari 2004 sampai Pebruari 2005.  Sehingga perlu ada evaluasi-evaluasi khususnya dibidang marketing mix (bauran pemasaran) yaitu produk, harga, distribusi, dan promosi.

Analisis KAPET Terhadap Pembangunan Ekonomi Kawasan Hinterland

Contoh Tesis Komunikasi Analisis Koneksitas Komunikasi Organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Parepare  Terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Hinterland

Kawasan Hinterland Di Kepulauan Riau

Kawasan Hinterland Di Kepulauan Riau

Latar Belakang Tesis :

Khusus pada pengembangan Kawasan Timur Indonesia, pemerintah telah menempuh pula suatu kebijaksanaan pembangunan sektor ekonomi untuk setiap kawasan andalan di setiap propinsi KTI, yakni melalui Keppres Nomor 8 tahun 1996 dengan menetapkan 13 Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET). Aktualisasi dari pelaksanaan Keppres tersebut adalah dengan pembentukan suatu lembaga khusus Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia (DP-KTI), dan lembaga ini telah menetapkan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) untuk wilayah andalan Propinsi   Sulawesi Selatan,   yakni Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare yang meliputi lima wilayah, yakni Kotamadya Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Enrekang. Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare berpusat di Kotamadya Parepare.

Pertimbangan utama pembentukan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare adalah dalam rangka memacu dan meningkatkan kegiatan pembangunan, khususnya pada sektor ekonomi bagi daerah hinterland (sekitarnya) kelima Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare tersebut dengan memberikan peluang bagi para investor, baik investor asing maupun investor luar negeri untuk berperan aktif secara lebih luas di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Rumusan Masalah

Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi, sebagaimana yang dikemukakan pada latar belakang masalah, maka melahirkan beberapa butir permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana koneksitas komunikasi organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Parepare ?
  2. Bagaimana percepatan pembangunan ekonomi daerah hinterland Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare ?
  3. Sejauh mana pengaruh dan hubungan koneksitas komunikasi organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare terhadap percepatan pembangunan ekonomi daerah hinterlandnya ?
Pemandangan Kawasan Hinterland Dari Atas

Pemandangan Kawasan Hinterland Dari Atas

 

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah untuk menjawab rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengkaji koneksitas komunikasi organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Kerpadu (KAPET) Parepare.
  2. Untuk mengkaji percepatan pembangunan ekonomi daerah hinterland Kawasan Pengembangan Ekonomi  Terpadu (KAPET) Parepare.
  3. Untuk mengkaji pengaruh dan hubungan koneksitas komunikasi organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare terhadap percepatan pembangunan ekonomi daerah hinterlandnya.

Kesimpulan

Dari hasil keseluruhan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, maka ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:

  1. Koneksitas dalam bentuk komunikasi organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare berlangsung maksimal ditandai oleh adanya Koordinasi, Sosialisasi, Sinergis, dan Evaluasi yang sering dilaksanakan. Koneksitas ini dilakukan untuk memberdayakan potensi dengan menyesuaikan program-program unggulan setiap daerah dalam rangka mencapai visi dan misi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare sebagi pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
  2. Pembangunan ekonomi daerah hinterland Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare berlangsung kurang maksimal. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan faktor-faktor produksi dari setiap daerah. Di samping itu pembangunan ekonomi umumnya hanya terkonsentrasi pada beberapa sektor ekonomi yang dianggap paling urgen bagi setiap daerah. Artinya pembangunan diutamakan pada sektor yang mampu meningkatkan pendapatan asli daerah tanpa mencermati efek dan masalah lain yang mungkin timbul, yang bisa saja justru kontrapruduktif dengan visi dan misi KAPET Parepare itu sendiri.
  3.  Koneksitas dalam bentuk komunikasi organisasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare berkorelasi secara kuat dan secara simultan berpengaruh positif terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi daerah hinterlandnya. Meskipun Koneksitas secara simultan berpengaruh positif namun secara parsial variabel Evaluasi tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi yang dimaksud. Hal ini dimungkinkan karena pelaksanaan Evaluasi dalam kawasan tersebut kurang menyentuh prosodur dan petunjuk Evaluasi yang sesungguhnya terhadap beberapa program yang telah dilakukan.

Proximity Dan Kandungan Sosioemosi Isi Pesan E-Mail Di ML

Contoh Tesis Komunikasi ~Proximity Dan Kandungan Sosioemosi Isi Pesan Electronic Mail (E-Mail)  Di Mailing List UNHAS-ML

Logo Email

Logo Email

Latar Belakang Tesis :

Salah satu kegunaan unik dari fasilitas e-mail ini yaitu terdapatnya pengguna yang berada pada grup tertentu.  Penggunaan e-mail untuk forum diskusi kelompok yang besar dikenal dengan teknik atau aplikasi mailing list. Selanjutnya mailing list menjadi aplikasi dasar utama dalam pembentukan berbagai komunitas cyber. Anggota grup akan menerima pesan-pesan yang terkirim ke alamat group secara serentak.

Mailing list ini memberi setiap pribadi suatu wewenang untuk mengirimkan berbagai pesan yang berisi aneka ragam pikiran kepada ribuan orang tanpa disunting. Mailing list di sini berperan sebagai sebuah laporan pelanggan berkesinambungan karena setiap orang tak henti-hentinya menyumbangkan pandangan, pengalaman, peringatan melalui e-mail mereka.

Rumusan Masalah

Uraian gejala-gejala pada latar belakang di atas, menunjukkan adanya permasalahan dalam proses komunikasi yang berlangsung pada mailing list UNHAS-ML yaitu dilibatkannya emosi negatif yang tecermin melalui pemilihan kata yang kurang “simpatik” untuk dibaca.

Penelitian ini akan mencoba mengaitkan hal tersebut di atas dengan jenis-jenis proximity. Jenis-jenis proximity yang akan dibahas adalah kedekatan budaya, kedekatan psikologis, kedekatan sosial, dan kedekatan politis.

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis mengkonsentrasikan penelitian pada tiga pertanyaan terpilih yaitu :

  1. Peristiwa dan isu-isu apa sajakah menjadi topik perdebatan yang mengandung sosioemosi ketegangan di mailing list UNHAS-ML?
  2. Seberapa besarkah faktor proximity dan faktor apakah yang dominan mempengaruhi minat anggota grup dalam menanggapi suatu pesan?
  3. Seberapa besarkah faktor proximity mempengaruhi keberpihakan seorang anggota grup dalam menanggapi isi e-mail anggota yang lain?
Sosialisasi Penggunaan Email

Sosialisasi Penggunaan Email

 

 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menjelaskan topik-topik yang dominan menjadi topik perdebatan  di mailing list UNHAS-ML.

2.   Menggambarkan pengaruh dan faktor proximity yang dominan mempengaruhi  minat  para  anggota grup menanggapi suatu pesan.

3.   Menggambarkan faktor-faktor proximity yang mempengaruhi  keberpihakan  para anggota grup terhadap isi pesan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil peneltian dan pembahasan sebelumnya, maka diperoleh simpulan sebagai berikut:

  1. Peristiwa dan isu-isu yang banyak menjadi topik perdebatan dan mengandung sosioemosi ketegangan dan faktor proximity di mailing list UNHAS-ML adalah topik-topik yang menyangkut citra dan pengembangan Unhas. Secara khusus ada dua topik terpilih yaitu topik website atau situs Unhas dan topik penganiayaan mahasiswa baru fakultas Teknik (fenomena ospek).

Hasil pemahaman menunjukkan bahwa kedua topik terpilih ini sarat dengan pernyataan-pernyataan tendensius, melegitimasi pihak sendiri dan mendelegitimasi pihak lain, penuh prasangka dan cenderung menonjolkan emosional dalam berpendapat dalam memberi penilaian terhadap orang lain.

  1. Kandungan proximity yang terdapat pada pesan-pesan yang mengandung sosioemosi ketegangan pada kedua topik diakui anggota grup mempengaruhi mereka dalam berkomentar. Kedekatan sosial adalah kedekatan yang dominan mempengaruhi anggota grup pada dua topik terpilih. Kedekatan sosial untuk topik Website atau situs Unhas mencapai nilai sebesar 100% untuk kelompok A dan 85,7% untuk kelompok B. Untuk kedekatan psikologi, kelompok A mencapai nilai 100% dan 28,5% untuk kelompok B. Kedua faktor ini lebih kuat mempengaruhi daripada kedekatan budaya yang tidak dipilih oleh responden pada dua kelompok; dan kedekatan politik hanya dipilih oleh 1 responden pada kelompok B.

Untuk topik Penganiayaan Maba, responden pada kelompok A lebih dipengaruhi oleh faktor psikologi sebesar 75%. Namun untuk kedekatan sosial meskipun untuk kelompok A sebesar 62,5% (lebih kecil dari kedekatan psikologi), tetapi pada  kelompok B, kedekatan sosial mencapai 100%. Kedekatan budaya pada kedua kelompok hanya mencapai persentase masing-masing sebesar 12,5% dan 0%. Tidak berbeda dengan kedekatan politik yang hanya memiliki persentase sebesar 6,25% dan 0% pada masing-masing kelompok.

  1. Keberpihakan anggota grup terhadap anggota lain juga dipengaruhi oleh faktor kedekatan. Faktor yang dominan adalah kedekatan sosial. Ikatan kelembagaan atau organisasi menjadi penguat keberpihakan anggota grup terhadap anggota lainnya, meskipun hanya tahu, dan tidak mengenal secara langsung anggota grup tersebut. Dominasi kedekatan sosial ini terbukti dari persentase yang diperoleh pada topik website Unhas sebesar 100% untuk kelompok A dan B. Demikian halnya dengan kedekatan psikologi yang meskipun tidak dominan mempengaruhi, namun adanya persamaan sikap dan emosi diantara beberapa responden membuat mereka saling memberi dukungan satu sama lain. Persentase yang dicapai kedekatan psikologi masing-masing 87,5% bagi kelompok A dan 0% bagi kelompok B. Untuk faktor kedekatan budaya tidak ada satupun responden yang memilih, sedangkan untuk faktor kedekatan psikologi hanya dipilih oleh 1 responden (12,5%).

Faktor kedekatan budaya dan kedekatan politik baik dalam menanggapi pesan maupun untuk menunjukkan keberpihakan, responden menjawab bahwa kedua faktor tersebut tidak mempengaruhi mereka. Secara keseluruhan untuk kedua topik terpilih dan kelompok-kelompok responden yang tidak secara dekat dipengaruhi faktor budaya dan politik memiliki alasan yang senada, yaitu; mereka berusaha memandang suatu persoalan tanpa melibatkan faktor kesukuan, religi mereka yang sifanya sangat pribadi dan peka. Demikian halnya dengan faktor politik. Oleh karena pesan-pesan yang dikomentari pun lebih bersifat pada pesan-pesan pengembangan kampus, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masalah-masalah lainnya diluar pembahasan dan kepentingan politik.

1
Hallo ????

Ada yang bisa di bantu?
Powered by