HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:5E1D5370

Perhitungan Biaya Produk Untuk Menentukan Bauran Penjualan

Contoh Tesis Manajemen  ~ Perhitungan Biaya Produk Dengan Activity-Based Costing Untuk Menentukan Bauran Penjualan Yang Optimal Di Perusahaan X

Kegiatan Produksi

Kegiatan Produksi

Latar Belakang Tesis :

Salah satu pertimbangan yang biasanya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan bauran penjualan adalah margin keuntungan (profit margin) tiap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.  Perhitungan margin keuntungan yang benar harus didukung oleh informasi tentang biaya produk yang akurat. Kesalahan dalam menghitung biaya produk akan menghasilkan penentuan bauran penjualan yang tidak optimal.

Ada kemungkinan bahwa perusahaan melakukan produksi dan menjual produk tertentu yang sebenarnya memberikan kontribusi kerugian, justru dalam volume yang banyak karena dianggap memiliki margin keuntungan yang tinggi, sebaliknya untuk produk tertentu yang sebenarnya memberikan kontribusi keuntungan justru dianggap tidak menguntungkan sehingga volume produksi dan penjualannya rendah, dikurangi, atau bahkan dihentikan.Perhitungan biaya produk yang akurat menjadi sangat penting karena menjadi dasar yang menentukan pengambilan keputusan manajemen yang berkaitan dengan bauran penjualan. Kesalahan dalam menghitung biaya produk dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan.

Identifikasi Masalah

Dalam penelitian ini akan dikemukakan masalah:

  1. bagaimana penerapan metoda Activity-Based Costing dalam menghitung biaya produk di Perusahaan X?
  2. bagaimana perbedaan perhitungan biaya produk berdasarkan hasil perhitungan dengan metoda Activity-Based Costing dibandingkan dengan metoda tradisional?
  3. bagaimana keputusan manajerial yang berkaitan dengan penentuan bauran penjualan Perusahaan X berdasarkan hasil perhitungan biaya produk dengan menggunakan metoda Activity-Based Costing dibandingkan hasil perhitungan biaya produk dengan metoda tradisional?

Maksud Dan Tujuan Penelitian 

Penelitian ini dimaksudkan untuk mencoba menerapkan metoda Activity-Based Costing untuk menghitung biaya produk di Perusahaan X.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang:

  1. cara penerapan metoda Activity-Based Costing yang sesuai dalam menghitung biaya produk di Perusahaan X
  2. perbedaan perhitungan biaya produk Perusahaan X antara hasil perhitungan dengan metoda Activity-Based Costing dengan metoda tradisional
  3. alternatif keputusan manajerial yang berkaitan dengan penentuan bauran penjualan Perusahaan X  berdasarkan hasil perhitungan biaya produk dengan menggunakan metoda Activity-Based Costing dibandingkan hasil perhitungan biaya produk dengan metoda tradisional

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil setelah melihat hasil penelitian adalah sebagai berikut:

  • Perhitungan biaya produk dengan metoda Activity-Based Costing (ABC) yang dalam penelitian dicoba diterapkan di Perusahaan X memberikan hasil hitung yang lebih akurat dibandingkan dengan metoda tradisional.
  • Pembebanan  biaya-biaya tak-langsung kepada produk dengan metoda tradisional yang menggunakan dasar alokasi sesuai perbandingan atau porsi biaya tenaga kerja langsung ternyata memberikan pembebanan biaya yang keliru untuk banyak aktivitas yang melibatkan sumberdaya selain tenaga kerja langsung. Apalagi jika memperhatikan besarnya nilai biaya upah buruh tenaga kerja langsung yang kecil dibandingkan keseluruhan biaya yang timbul dalam operasi Perusahaan X tahun 2002.
  • Biaya produk  Mango & Guava Nectar, Tomato Sauce Bottle, dan Tomato Sauce Custom ternyata undercosted sebesar Rp.328,88., Rp.751,42., dan Rp.1.144,15., jika dihitung dengan metoda tradisional. Biaya produk setelah dihitung dengan metoda ABC memberikan nilai yang lebih besar. Hal ini berarti margin keuntungan untuk produk-produk tersebut sebenarnya lebih kecil daripada anggapan pihak manajemen Perusahaan X sebelum penerapan metoda ABC.
  • Biaya produk  Mango Bars, Natural Apple Purée, Guava Purée, dan Pineapple in Syrup ternyata overcosted  sebesar Rp.1.275,14., Rp.232,79., Rp.208,54., dan Rp.1.315,66., jika dihitung dengan metoda tradisional. Biaya produk setelah dihitung dengan metoda ABC memberikan nilai yang lebih kecil. Hal ini berarti margin keuntungan untuk produk-produk tersebut sebenarnya lebih besar daripada anggapan pihak manajemen Perusahaan X sebelum penerapan metoda ABC.
  • Biaya produk Tomato Sauce Bottle ternyata lebih besar daripada harga jual produk tersebut, sehingga penjualan produk ini di tahun 2002 sebenarnya memberikan kontribusi kerugian Rp.401,11. per unit, bagi Perusahaan X.
  • Dengan memperhatikan kendala-kendala yang paling signifikan di Perusahaan X, melalui bantuan linear programming untuk menentukan bauran penjualan, produk Mango & Guava Nectar dan Tomato Sauce Bottle tidak diproduksi dan tidak dijual di tahun berikutnya, sedangkan produk-produk Mango Bars, Natural Apple Purée, Guava Purée, dan Pineapple in Syrup diproduksi dan dijual lebih banyak. Produk Tomato Sauce Custom diproduksi dan dijual dalam jumlah yang lebih banyak. Bauran penjualan ini adalah sesuai “perhitungan secara matematis”, sehingga masih perlu pertimbangan-pertimbangan lain, terutama yang bersifat non-finansial untuk menentukan keputusan manajemen tentang bauran penjualan.

 

 

Incoming search terms:

Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Email
Print